Raja Inggris Charles III, Kunjungi AS dalam Situasi Kedua Negara Alami Ketegangan

Published on

Xpost | Raja Inggris, Charles III, tetap mengonfirmasi agenda kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada akhir April 2026.

Meski hubungan diplomatik antara London dan Washington, tengah mengalami ketegangan.

Istana Buckingham memastikan bahwa, kunjungan tersebut tetap berjalan sesuai jadwal.

Termasuk agenda singgah ke wilayah Bermuda sebagai, bagian dari rangkaian perjalanan resmi kerajaan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas hubungan bilateral, di tengah dinamika geopolitik yang semakin memanas, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.

Ketegangan Dipicu Isu Iran dan NATO

Hubungan antara Inggris dan Amerika Serikat belakangan ini memanas, akibat perbedaan sikap terkait konflik dengan Iran.

Presiden Donald Trump disebut mendorong sekutu-sekutunya, untuk melakukan intervensi militer langsung.

Baca juga : Iran: Luncurkan Gelombang 55 Sasar Zona Pangkalan Israel-AS

Ia juga melontarkan kritik tajam terhadap aliansi NATO, yang dinilai tidak cukup agresif dalam merespons situasi global.

Namun, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa negaranya, tidak akan mengirimkan personel militer untuk terlibat dalam konflik tersebut.

Gesekan Personal Antar Pemimpin

Ketegangan kedua negara tidak hanya terjadi pada tingkat kebijakan, tetapi juga merambah ke hubungan personal antar pemimpin.

Trump dilaporkan melontarkan kritik terbuka, terhadap kepemimpinan Inggris.

Bahkan Trump meremehkan kekuatan militer negara tersebut, dengan menyebut kapal perang Inggris sebagai “mainan”.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak di Inggris, yang menilai komentar tersebut tidak mencerminkan hubungan strategis jangka panjang antara kedua negara.

Kunjungan Raja Jadi Simbol Diplomasi

Di tengah situasi yang memanas, kunjungan Raja Charles III dipandang, sebagai simbol penting diplomasi dan stabilitas hubungan antara dua negara sekutu lama tersebut.

Baca juga : Pemerintah Inggris Mendapat Kritikan dari Mantan Eksekutif Umatex

Pengamat menilai bahwa peran monarki Inggris, meski bersifat seremonial, tetap memiliki kekuatan dalam meredakan ketegangan dan menjaga komunikasi diplomatik tetap terbuka.

Harapan Stabilitas Global

Kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk meredakan ketegangan global, khususnya terkait konflik Timur Tengah.

Yang berpotensi meluas dan berdampak pada stabilitas, ekonomi serta keamanan dunia.

Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya, untuk mengedepankan jalur diplomasi dibandingkan keterlibatan militer langsung dalam konflik internasional. (Sumber: Sputnik).

Latest articles

Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari ini, Warnai Kemacetan

Jakarta, XPOST | Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di wilayah Jakarta Pusat, pada Kamis...

Letusan Gunung Semeru Terulang Kembali Sebanyak 12 Kali

Lumajang, XPOST | Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang terletak di Lumajang Jawa Timur, mengalami peningkatan. Gunung...

Beredar Hubungan Trump dan Meloni di Truth Social Jadi Pertanyaan!

AS, XPOST | Hubungan antara Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Italia kembali menjadi...

Rusia Gempur Serangan Ukraina Tanpa Awak

Kremlin, XPOST | Rusia mengklaim berhasil menggagalkan, serangan udara berskala besar yang dilancarkan oleh...

More like this