Penulis : Eri Chan
Xpost | Jurnalis atau wartawan memiliki peran strategis sebagai, pilar keempat demokrasi.
Fungsi sosial kontrol yang melekat dalam profesi ini, bukan sekadar menyampaikan informasi.
Tetapi juga memastikan kebenaran data, ketepatan narasi, serta menjaga kualitas bahasa dalam setiap naskah berita yang dipublikasikan.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, peran sosial kontrol tersebut menjadi sangat penting.
Mengingat dinamika pembangunan dan kompleksitas persoalan, masyarakat yang terus berkembang.
Wartawan dituntut tidak hanya cepat dalam menyajikan berita, tetapi juga akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Sosial kontrol berarti keberanian menyuarakan fakta, mengkritisi kebijakan, sekaligus memberikan ruang klarifikasi kepada semua pihak.
Baca Juga : Konten Kreator Indonesia Mampu Ciptakan Fenomena Unik
Dalam menjalankan fungsi tersebut, kualitas bahasa menjadi elemen utama.
Rangkaian kata dalam sebuah naskah berita harus disusun secara sistematis, informatif, dan tidak menimbulkan multitafsir.
Bahasa jurnalistik yang baik adalah bahasa yang lugas, jelas, serta mengedepankan data dan fakta. Narasi informasi harus berbasis verifikasi, bukan asumsi.
Di sinilah profesionalisme wartawan diuji-antara, kecepatan dan ketelitian.
Di tingkat daerah seperti Kabupaten Pesisir Selatan, wartawan juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Informasi pembangunan, kebijakan publik, hingga kritik sosial harus disampaikan dengan konstruktif, tanpa kehilangan ketegasan.
Menjunjung tinggi nilai-nilai bahasa dalam pemberitaan berarti, menjaga marwah profesi.
Setiap kata memiliki dampak. Setiap kalimat bisa membangun persepsi publik.
Karena itu, sosial kontrol bukan hanya tentang mengawasi kekuasaan, tetapi juga tentang menjaga etika komunikasi publik.
Dengan integritas, kompetensi, dan komitmen pada kebenaran, wartawan dapat menjalankan fungsi sosial kontrol.
Secara profesional-menjadi penyeimbang, sekaligus penguat demokrasi di daerah maupun nasional.


