Padang I Xpost – Hujan yang tak kunjung reda dan tingginya debit Batang Air Lubuk Minturun tidak menyurutkan langkah Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) PWA Sumatera Barat untuk turun langsung membantu warga terdampak banjir di Simpang Apa dan Lory, Kelurahan Koto Tangah Timur. MKS PWA ini turun bersama Tim Dosen FAI UM Sumbar, pada 10 Desember 2025 kemarin
Bertempat di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, aksi kemanusiaan berlangsung pukul 13.30–17.00 WIB dalam suasana haru namun penuh keteduhan.

Sebanyak 30 warga terdampak banjir mengikuti tiga rangkaian kegiatan utama: trauma healing, tuntunan ibadah dalam kondisi darurat, serta pembagian paket bantuan MKS Peduli Bencana.
Penguatan Ibadah di Tengah Darurat
Dalam sesi bimbingan ibadah, Prof. Dr. Yarmis Syukur, M.Pd., Kons., menekankan pentingnya keteguhan hati menghadapi musibah sebagai bagian dari ketetapan Allah. Ia mengajak warga untuk tetap bersabar dan bertawakal di tengah ujian yang menimpa.
Sementara itu, Dr. Desi Asmaret, M.Ag., mengingatkan bahwa ibadah tidak boleh ditinggalkan meski dalam situasi serba terbatas. Ia menjelaskan kaidah al-dharūrāt tubīḥ al-maḥẓūrāt—kondisi darurat membolehkan hal yang biasanya terlarang—sehingga penyintas tetap dapat beribadah sebisanya, termasuk menutup aurat dengan pakaian seadanya, melakukan shalat jamak dan qashar, hingga menerima atau menyalurkan zakat langsung di lokasi bencana.
Bagi banyak peserta, sesi ini menjadi penopang batin yang sangat dibutuhkan di tengah kehilangan.
Bantuan yang Menyentuh Kebutuhan Dasar dan Rohani
Paket bantuan dibagikan berdasarkan tingkat dampak: kategori A (berat), B (sedang), dan C (ringan). Bantuan meliputi kompor gas lengkap dengan ventilator dan tabung gas, mukena dan sajadah, paket sembako, serta bantuan uang untuk seragam sekolah anak asuhan luar panti.
Suasana haru pecah saat salah seorang warga kategori A menangis saat menerima kompor gas, merasa terbantu setelah peralatan rumah tangganya hanyut. Para ibu yang menerima mukena dan sajadah pun tampak bersyukur. “Dapek juo sholat bulan puaso dan hari raya dengan mukena baru,” ujar salah satu penerima dengan mata berkaca-kaca.
Kepala Panti Asuhan ‘Aisyiyah menyampaikan apresiasi mendalam. “Banyak bantuan datang, tapi hampir ndak ado yang ingek bantuan seperti ko—makanan rohani dan perlengkapan ibadah,” ujarnya.
Aksi ini dipimpin langsung oleh para dosen FAI UM Sumbar dan jajaran MKS PWA Sumbar: Prof. Dr. Yarmis Syukur, M.Pd., Kons, – Dr. Desi Asmaret, M.Ag,- Dra. Indarefis,- Armalena, M.A. – Ns. Meta Rikandi, S.Kep., M.Kep.
Kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan aspek fisik, emosional, dan spiritual warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat untuk bangkit pascabencana.
Jika Anda ingin versi yang lebih pendek, lebih formal, atau lebih bernuansa feature, saya bisa menyesuaikannya.( jeben )


