Moskow, Xpost | Pemerintah Rusia, turut andil sebagai penengah terkait keterlibatannya di Timur Tengah.
Mereka menegaskan komitmennya, dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa keterlibatan Moskow dalam upaya stabilisasi kawasan.
Tidak lepas dari kepentingan nasional, prinsip hukum internasional, serta misi kemanusiaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zakharova sebagaimana dilaporkan media pemerintah Rusia, Sputnik, pada Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, Rusia secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog, bukan melalui eskalasi militer yang berpotensi memperburuk situasi di kawasan.
“Langkah-langkah Rusia didasarkan pada kepentingan nasional kami, penghormatan terhadap hukum internasional, serta tujuan kemanusiaan,” ujar Zakharova.
Ia menambahkan bahwa stabilitas Timur Tengah merupakan faktor penting bagi keamanan global, termasuk bagi Rusia sendiri.
Baca juga: Kasus Dugaan Penyiraman Keras, TNI Limpahkan 4 Prajurit Jadi Tersangka
Oleh karena itu, Moskow terus berupaya memainkan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut.
Seiring meningkatnya konflik geopolitik, Rusia juga menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu konflik lebih luas.
Selain itu, Rusia mendorong peran lembaga internasional untuk kembali diperkuat dalam menyelesaikan konflik secara damai dan berkelanjutan.
Pengamat menilai, posisi Rusia dalam krisis Timur Tengah menjadi semakin strategis di tengah dinamika hubungan internasional yang kompleks.
Terutama setelah meningkatnya keterlibatan, sejumlah kekuatan besar di kawasan tersebut.
Hingga kini, situasi di Timur Tengah masih terus berkembang dan menjadi perhatian dunia internasional.
Mengingat dampaknya yang luas terhadap stabilitas global, keamanan energi, serta hubungan antarnegara. (Dilansir Reuters).
Baca juga: PM Pakistan Undang Resmi AS-Iran Bahas Perundingan Damai


