Bogor Barat Kembali di Guncang Banjir Kemarin

Published on

Xpost | Kabupaten Bogor, kembali di guncang banjir akibat tingginya curah hujan melanda di Bogor Barat.

Bencana banjir yang terjadi belakangan ini dilaporkan melanda sembilan desa di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rumpin, Kecamatan Jasinga, dan Kecamatan Cigudeg di Kabupaten Bogor.

Peristiwa ini dipicu oleh meluapnya aliran sungai yang tidak mampu,menampung debit air setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyampaikan bahwa intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir di wilayah Bogor Barat.

“Air sungai meluap akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama,” ujar Adam dalam keterangannya kepada media, Minggu (19/4/2026).

Ia menjelaskan, banjir bermula saat hujan deras mengguyur kawasan Bogor Barat sejak malam hari hingga menyebabkan debit air meningkat drastis.

Akibatnya, air sungai meluap dan merendam permukiman warga, terutama di Kecamatan Jasinga, tepatnya di Desa Cibarengkok.

Baca Juga: Capai Mediasi DPRD Kota Bogor, Hak Buruh Gaji dan THR Terwujud

Selain itu, wilayah Kecamatan Rumpin juga terdampak, khususnya di Desa Leuwibatu dan beberapa desa lainnya di sekitarnya.

Air yang meluap dengan cepat masuk ke kawasan permukiman dan menggenangi rumah warga hingga ke jalan-jalan lingkungan.

Berdasarkan kajian sementara, peristiwa banjir ini berpotensi meluas apabila curah hujan tinggi masih terus terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Kondisi tersebut diperparah dengan daya tampung air yang sudah tidak mampu menahan debit air yang terus meningkat.

Selain faktor cuaca, kerusakan lingkungan juga menjadi salah satu penyebab utama yang memperparah dampak banjir di wilayah tersebut.

Ada Beberapa Faktor yang Menyebabkan Banjir hingga Longsor Tanah

Erosi lapisan tanah yang semakin menipis membuat kemampuan tanah dalam menyerap air menjadi berkurang secara signifikan.

Pengikisan tanah di kawasan perbukitan dan pegunungan juga turut mempercepat aliran air ke permukiman warga.

Baca Juga: Komisi IV DPRD dan Disnaker Kota Bogor Buka Pengaduan Terkait THR 2026

Aktivitas penambangan pasir maupun emas yang dilakukan secara tidak terkendali diduga menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan tersebut.

Penambangan liar mengakibatkan struktur tanah menjadi labil dan merusak keseimbangan alam, sehingga meningkatkan risiko banjir dan longsor.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadapi persoalan bencana alam.

Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga risiko bencana seperti banjir dan longsor dapat diminimalisir di masa mendatang.

 

 

Latest articles

Bukit Turgo Merapi Memiliki Religi dan Panorama Alam Asri

Kabupaten Sleman, Xpost  | Bukit Turgo di lereng selatan Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah...

Pameran Otomotif Lahirkan Inovasi Terbaru Tahun 2026

Tangerang, Xpost | Pegiat pameran otomotif terbesar dan paling bergengsi di Indonesia, Gaikindo Indonesia...

Pelantikan Pengurus Baru, Jelang Harlah KNPI 53 Tahun

Kabupaten Bogor, XPOST | Bertepatan memperingati Hari Lahir (Harlah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)...

Mantan Bos Pertahanan Ukraina Terseret Dugaan Korupsi

Kiev, XPOST | Kejaksaan Agung Ukraina mengungkap dugaan kasus korupsi besar, yang menyeret mantan...

More like this